Cerita Buruk di Sepertiga Terakhir Malam



9 Maret 2020, dini hari.


“No matter what you say or what you do..
When i’m alone, i’d rather be with you
Hate these all people, i’d be right by your side
‘Til 3005, hold up”


Suara itu entah kenapa terdengar di telingaku saat aku sedang menikmati perjalanan di alam mimpi.
Aku bahkan tidak tahu apa yang menyebabkan suara itu muncul secara tiba-tiba. Jujur, memang,
beberapa hari, aku memang terjerat rasa kasmaran oleh seorang teman yang aku tidak akrab sekali.
Selama kami berinteraksi di masa lalu, kami awalnya tidak bicara panjang lebar. Aku sendiri
mengenalnya karena sebuah urusan yang sebenarnya tidak begitu penting. 


Aku juga sadar, banyak sekali sekat yang membuatku tidak ada niat sama sekali untuk mendekatinya.
Entah itu dari sifat, kegiatan favorit, filosofi hidup, dan yang paling penting lagi, agama. Sebagai orang
Islam, aku masih belum bisa membuka hatiku untuk mencintai cewek dengan agama yang beda. Bukan
karena sifatku yang condong agamis atau bagaimana, namun, keimananku sendiri masih lemah sehingga
ada rasa rentan bagiku untuk pindah agama hanya karena cinta. 


Dan, selain itu juga, beredar kabar juga jika dia sudah punya pacar, seorang kakak kelas dengan prestasi
yang melebihi prestasiku, seorang penulis yang belum laku, aku sudah menyatakan diri untuk mundur
bahkan sebelum perasaan itu muncul. Tapi, entah kenapa, secara tidak terduga, rasa itu muncul dan itu
membuatku kesal akan otak dan hatiku. Seberapa mudahnya dia untuk membukakan pintu kepada orang
yang sama sekali tidak punya irisan minat denganku.


Aku mulai berpikir, apakah teman itu yang menyanyikan lirik itu padaku. Suaranya merdu sekali, aku sampai
jadi terbawa alunan yang indah itu. 

Tuhan, apakah engkau sudah mengizinkan aku untuk mendekatinya? 
Atau, apakah ini pertanda yang lain bagiku?


Aku coba dekati suara indah itu, semakin dekat, entah kenapa, aku merasa akrab dengan suara itu, dan
hasil terjemahan indraku justru tidak mengarahkan kepada teman yang dimaksud. Melainkan, seseorang
yang sudah membuatku sedih berkali-kali, seseorang yang kedekatannya hanya membuatku galau
berulang-ulang. Seperti yang dialami saat jaga malam kemarin di Gresik. Tuhan, tolong jangan gadis itu
lagi.


Semakin dekat dari sumber suara itu, aku mulai melihat tampak belakang gadis itu. Dia kembali dengan
rambut yang lebih pendek dari bahu itu. Sebuah fitur yang sempat menggodaku kala itu, mengingatkanku
akan sosok teman tadi. Otakku mulai susah untuk menyimpulkan suara siapa yang dimaksud, namun
suaranya benar-benar menenangkan sanubari ini. Rasa bahagia memng terpancar dari otakku. Aku
mulai menanyakan


“Hai gadis, siapakah dirimu? Apa yang kamu lakukan di sini?”


Sosok gadis itu langsung melihatku dan menyatakan


“Cinta, kita sudah tidak lama bertemu. Apa kabarmu? Kamu tidak lupa kan dengan hari ini?”


Masya Allah, aku benar-benar tidak menyangka, dia datang lagi dalam mimpimu. Aku langsung teriak
sembari mengeluarkan air mata, mengharapkan aku terbangun dan perjalanan mimpi kali ini selesai
dengan cepatnya


“Nanako, pergilah! Aku tidak mau melihatmu lagi.”


Tanpa waktu lama, aku langsung terbangun dan waktu kala itu sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Aku
cuci muka, teguk segelas air putih dan benar-benar melupakan apa yang terjadi. Aku tahu bagiku ini
adalah mimpi buruk yang terjadi setelah 6 bulan lamanya. 


Nanako, aku mencintaimu.
Aku tahu bahwa kemarin itu adalah hari ulang tahunmu
Namun, aku tidak mau terjebak dalam masa lalu itu lagi.
Biarkan aku hidup melepaskan diri dari bayangmu untuk hari ini, esok dan seterusnya.
Apakah kamu belum bosan menghampiriku di sela tidurku?
Kamu harus tahu bahwa kita sudah berbeda alam, tidak akan mungkin kita bersatu apapun caranya.
Sudahlah, ini semua berlalu.

Comments

  1. Sedemikian cinta sudah merasuk terlalu dalam di dalam hati, sangat susah untuk dilupakan.

    Ketika mata dan mulut sudah melupakannya, namun hati kecil tidak bisa melupakannya.
    Semakin memungkiri kenyataan tersebut ,semakin jelas kenyataan bahwa di dalam hati yang terdalam masih mengharapkannya

    Di dalam mimpi, manifestasi yang tertutupi di dunia nyata, akan muncul dengan hebatnya, tanpa bisa dicegah tanpa bisa dihindari.

    ReplyDelete
  2. Ketika rasa sudah begitu kuat kadang memang sulit untuk melawannya ya. Bikin gelisah tak karuan. Bahkan alam mimpi pun ikut menghadirkan keberadaannya. Bikin serba salah. Bikin rindu semakin kuat. Bikin galau.....

    ReplyDelete
  3. Sudah part keberapa cerita ttg Nanako ini Kak Farhan? Sepertinya saya ada yg bolong mmbaca ttg cerita ttg Nanako ini.

    ReplyDelete
  4. Nanako selalu hadir , kayaknya sulit lepas dari bayang-bayang Nanako

    ReplyDelete
  5. Nanako rajin banget ya kak mampir di alam mimpi sampai tiap hari gitu hehe.. bikin makin susah aja untuk move on dong ya

    ReplyDelete
  6. Aku tu agak takut baca cerita beginian apalagi kalo malam jumat. Tapi ya penasaran juga karena karena sejak awal sudah baca ttg nanako

    ReplyDelete
  7. hmm sepertinya sedang ada yang ingin nanako sampaikan hingga terus datang dalam mimpi, ingin menyelesaikan sesuatu mungkin?

    ReplyDelete
  8. Sosok Nanako gak bisa hilang dari ingatan ya ... sampai terbawa terus dalam mimpi. Mungkinkah itu yang dinamakan cinta mati?

    ReplyDelete
  9. Aku benar-benar penasaran dengan Nanako ini. Kenapa ia selalu muncul di kisah Mas Farhan? Sosok nyata atau fiksi?
    Malah kepo banget, aku tu...

    ReplyDelete
  10. Huwaaaah Nanako lagi...
    Jadi ini gimana ya, tokoh utamanya sebenarnya udah mau move on gtu dan ada gadis lain yang ditaksir, tapi ternyata alam bawah sadarnya msh belum rela melepas Nanako ya?

    ReplyDelete
  11. "Cinta, kita sudah tidak lama bertemu. Apa kabarmu? Kamu tidak lupa kan dengan hari ini?”...

    Pertanyaan yg sering aku dengar pd kalangan ABG sekarang.. Tiba2 suprise datang didepan..

    ReplyDelete
  12. kira-kira nanako mau ngapain ya?
    kepo aku tu jadinya

    kalo sudah mempunyai rasa yang dalam memang susah dilepaskan, tapi bukan berarti nggak bisa
    ikhlas kalo aku

    ReplyDelete
  13. kira-kira nanako mau ngapain ya?
    kepo aku tu jadinya

    kalo sudah mempunyai rasa yang dalam memang susah dilepaskan, tapi bukan berarti nggak bisa
    ikhlas kalo aku

    ReplyDelete
  14. Hemm.. lekas istighfar deh ya kalau habis mimpi buruk gitu. Serem juga sih ya didatangi masa lalu kita apalagi yg sudah beda alam. Dan rasa istimewa di hati itu emang enggak mudah hilang, sih...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog pribadi saya. Jika suka, jangan sungkan-sungkan lho untuk berkomentar. Salam kenal!

Popular posts from this blog

Cerpen | 5745 Kilometer

Cerpen | Merantau Bersama Tinta

Giveaway Buku Penjara Farhan! (Blog Competition)