Posts

Showing posts from 2019

Cerpen | Tombol Kembali

Image
Cerita tentang masa lalu memang tidaklah menyenangkan. Ah, mungkin sudah saatnya mencari pelarian. Akhir-akhir ini, aku sering ke warung kopi untuk sekedar menenangkan diri. Masa tugas wajibnya di Gresik lah yang menjadikan itu kebiasaan untuknya. Aku sudah mulai akrab dengan sensasi pusing setelah minum segelas.
Sembari mengerjakan tugas laporan kerja, gawaiku pun berdering. Ada pesan singkat dari seorang teman. Saat dibuka, muncul dari Siwi, teman kelompok saat koass dulu. Kami akrab sekali karena jarak absen kami berdekatan. Kami sering bertukar cerita tentang apapun. Tentang permasalahan selama koass, tentang keluhan di tempat tertentu, bahkan sampai tentang cinta. Ya, kita hanya sebatas teman, kok. Tidak ada pikiran untuk menjauh, berhubung Siwi sendiri lebih tua dariku.
“Halo, Gani! Gimana kabarnya di sana?”
Dari pesan itu pun, aku mulai kembali merajut tali silaturahmi yang sempat putus karena jarak. Ya, memang kami sempat membenci di stase-stase awal. Itu terjadi karena kebodohan…

Puisi | Menanti Waktu Berhenti

Image
Aku berbaring tergeletak di lantai kayu ini. Hanya menantikan waktu untuk berhenti. Semua beban tubuhku telah terangsur menghilang bersamaan dengan berbagai cairan yang keluar terus-menerus. Aku tidak kuat untuk meminta mereka berhenti berlari. Bahkan untuk bersuara pun, aku sudah lelah. Tuhan, apakah memang ini semua harus berakhir? Pakaianku kusam, mukaku penuh lebam, apakah ini layak untuk menghadapMu? Aku masih ingin membalas senyuman dari matahari yang membias di jendelaku. Aku masih ingin menyanyi bersama suara kendaraan yang berlalu lalang di saat berangkat kerja. Aku sudah tidak kuat untuk semua ini, Tuhan.
Aku berbaring tergeletak di lantai kayu ini. Hanya menantikan waktu untuk berhenti. Aku masih menyimpan rindu akan seorang cowok nun jauh di sana. Ya, cowok yang aku kenal hanya melalui dunia maya belaka. Dia bukanlah tampan untuk ukuran orang tempatku, namun perilakunya sangatlah menyenangkan. Mungkin dia sudah sibuk dengan kerjaannya melayani para orang sakit di sana. …

I Miss You, Nanako!.(part 1)

Image
Malam itu, aku sedang dikejar deadline terkait bahan proposal penelitian yang sedang aku bantu. Besok pagi sekitar jam 8, aku sudah diminta untuk memberikan bahan tersebut. Aku coba sejenak keluar untuk membeli kopi dulu di angkringan langgananku sembari menikmati angin malam kota Jogja. Entah kenapa, aku selalu menikmati suasana malam di sini. Tidak terlalu ramai, namun selalu syahdu. Meskipun, sayang, kadarnya sudah berkurang dengan munculnya fenomena klithik yang tidak tahu apa tujuan mereka melakukan ini. Membacok, lalu kabur.
Tidak ditemukan pandangan yang berbeda selama perjalanan. Angkringan tetap rame seperti biasa. Dipenuhi berbagai orang dengan masing-masing masalah dan pikirannya masing-masing. Sembari memesan kopi dan gorengan, pembicaraan pun dilakukan dan terkadang berjalan padat. Jujur, aku sendiri merupakan pengamat yangg buruk, dan bahkan kurang tertarik dengan beberapa topik diskusi. Meskipun, saat ada bahasan kesehatan, biasanya aku turut diajak ngomong. Namun, bi…