Posts

Showing posts from 2019

Cerpen | Lamunan Tentang Dia yang Belum Datang

Image
“Eh, Lewis, kamu coba deh besok ke Posei City Mall deh. Katanya mau ada semacam pameran pernikahan gitu. Bisa dicek harga venue atau foto pre-wedding di sana.”
Siang hari di Kafe Sikho ini tiba-tiba dipenuhi dengan bahasan akan pernikahan. Kafe ini sering menjadi tempat nongkrong bagi kami, enam dokter baru yang ditugaskan di Kota Arlegnon. Ditemani dengan lagu yang mendayun, kami selalu memesan berbagai minuman yang disajikan. Kala itu, yang berkumpul hanya empat saja. Aku, Lewis, Mona dan Tera. Lewis akhir-akhir ini memang sering cerita ke kami akan betapa sibuknya dia dalam merencanakan pernikahan. Padahal, dia sendiri baru akan menikah tahun depan. Tapi, sudah persiapkan matang-matang dari sekarang. Dia benar-benar diminta sama keluarga kedua belah pihak untuk persiapkan pernikahan yang matang dan berkesan, mulai dari tempat yang nyaman, makanan yang enak, bahkan foto pre-wedding yang sangat mantap!
Memang, gedung-gedung di kota Posei selalu penuh dengan berbagai acara, terutama unt…

Jangan Kau Pergi! (Cegah Bunuh Diri)

Image
"Taruh pisaunya di bawah, Gisca!"
Suara bak gemuruh itu datang dari sebelah kanan Gisca. Itu datang dari Morin, temannya yang saat itu sedang berada di kamarnya. Tepat dua bulan sudah peristiwa mencekam itu. Kisah cintanya yang indah dengan Fritz harus kandas karena godaan yang kuat untuk menikahi Clara, si cewek yang sekarang menjadi dokter terkenal di kota Arlegnone.
Dia selalu merasa hanya dijadikan objek pemuas belaka oleh Fritz. Sudah hampir seluruh badannya dia berikan kepada Fritz. Sekarang, penyesalan yang didapatkan. Dia tidak tahu apa yang harus dia perbuat lagi. Baginya, solusi terbaik adalah mengakhiri hidupnya. Morin, teman baiknya sejak SD pun selalu mengingatkan akan risiko yang mungkin terjadi dengan Fritz.
Morin sendiri adalah anak yang religius. Dia taat beribadah dan sangat cerdas di sekolahnya. Sekarang, dia mengabdikan diri untuk mengajar di kota Arlegnone. Baginya, mendidik adalah tujuan utama hidupnya. Benar-benar definisi cewek yang sempurna. Dulu, Morin…

Migrain Tidaklah Tentang Nyeri Kepala Sebelah | Dokter Foramen

Image
Kata migrain tentu saja akrab di telinga setiap orang, terutama yang setidaknya pernah menonton iklan di televisi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan migrain sebagai “sakit kepala yang disertai rasa nyeri berdenyut pada satu sisi saja dan timbul dalam bentuk serangan”. Begitu juga dengan bagaimana masyarakat mendefinisikan tentang migrain itu. Padahal, migrain tidak selalu tentang nyeri kepala sebelah.
Seperti yang diketahui, International Headache Society (IHS) (1988) membagi nyeri kepala menjadi berbagai macam jenis. Migrain tentu saja salah satunya. Pembagian ini juga dilakukan melihat banyak hal, bisa dari jenis nyeri, lama nyeri, atau gejala penyerta yang dirasakan. IHS sendiri memberikan kriteria khusus untuk menyatakan bahwa nyeri kepala tersebut adalah jenis migraine, yaitu:
A.Minimal mengalami LIMA (5) kali nyeri kepala yang berlangsung selama 4-72 jam, dengan minimal DUA dari EMPAT karakteristik berikut:
a.Lokasi unilateral (nyeri di sebelah) b.Nyeri bersifat ber…

Cerpen | Tombol Kembali

Image
Cerita tentang masa lalu memang tidaklah menyenangkan. Ah, mungkin sudah saatnya mencari pelarian. Akhir-akhir ini, aku sering ke warung kopi untuk sekedar menenangkan diri. Masa tugas wajibnya di Gresik lah yang menjadikan itu kebiasaan untuknya. Aku sudah mulai akrab dengan sensasi pusing setelah minum segelas.
Sembari mengerjakan tugas laporan kerja, gawaiku pun berdering. Ada pesan singkat dari seorang teman. Saat dibuka, muncul dari Siwi, teman kelompok saat koass dulu. Kami akrab sekali karena jarak absen kami berdekatan. Kami sering bertukar cerita tentang apapun. Tentang permasalahan selama koass, tentang keluhan di tempat tertentu, bahkan sampai tentang cinta. Ya, kita hanya sebatas teman, kok. Tidak ada pikiran untuk menjauh, berhubung Siwi sendiri lebih tua dariku.
“Halo, Gani! Gimana kabarnya di sana?”
Dari pesan itu pun, aku mulai kembali merajut tali silaturahmi yang sempat putus karena jarak. Ya, memang kami sempat membenci di stase-stase awal. Itu terjadi karena kebodohan…

Puisi | Menanti Waktu Berhenti

Image
Aku berbaring tergeletak di lantai kayu ini. Hanya menantikan waktu untuk berhenti. Semua beban tubuhku telah terangsur menghilang bersamaan dengan berbagai cairan yang keluar terus-menerus. Aku tidak kuat untuk meminta mereka berhenti berlari. Bahkan untuk bersuara pun, aku sudah lelah. Tuhan, apakah memang ini semua harus berakhir? Pakaianku kusam, mukaku penuh lebam, apakah ini layak untuk menghadapMu? Aku masih ingin membalas senyuman dari matahari yang membias di jendelaku. Aku masih ingin menyanyi bersama suara kendaraan yang berlalu lalang di saat berangkat kerja. Aku sudah tidak kuat untuk semua ini, Tuhan.
Aku berbaring tergeletak di lantai kayu ini. Hanya menantikan waktu untuk berhenti. Aku masih menyimpan rindu akan seorang cowok nun jauh di sana. Ya, cowok yang aku kenal hanya melalui dunia maya belaka. Dia bukanlah tampan untuk ukuran orang tempatku, namun perilakunya sangatlah menyenangkan. Mungkin dia sudah sibuk dengan kerjaannya melayani para orang sakit di sana. …

I Miss You, Nanako!.(part 1)

Image
Malam itu, aku sedang dikejar deadline terkait bahan proposal penelitian yang sedang aku bantu. Besok pagi sekitar jam 8, aku sudah diminta untuk memberikan bahan tersebut. Aku coba sejenak keluar untuk membeli kopi dulu di angkringan langgananku sembari menikmati angin malam kota Jogja. Entah kenapa, aku selalu menikmati suasana malam di sini. Tidak terlalu ramai, namun selalu syahdu. Meskipun, sayang, kadarnya sudah berkurang dengan munculnya fenomena klithik yang tidak tahu apa tujuan mereka melakukan ini. Membacok, lalu kabur.
Tidak ditemukan pandangan yang berbeda selama perjalanan. Angkringan tetap rame seperti biasa. Dipenuhi berbagai orang dengan masing-masing masalah dan pikirannya masing-masing. Sembari memesan kopi dan gorengan, pembicaraan pun dilakukan dan terkadang berjalan padat. Jujur, aku sendiri merupakan pengamat yangg buruk, dan bahkan kurang tertarik dengan beberapa topik diskusi. Meskipun, saat ada bahasan kesehatan, biasanya aku turut diajak ngomong. Namun, bi…