Lepas Dari Penjara (Hari 0)

Melepaskan Diri Dari Penjara adalah sebuah cerbung yang dibuat menceritakan tentang seorang Andi, tokoh yang muncul dari buku gue berjudul "Ketika Di Dalam Penjara" yang membahas tentang perjuangan gue melawan sebuah penjara bernama Kecanduan Pornografi. Cerbung ini akan membahas tentang perjuangan Andi setelah memperoleh wejangan dari gue. Insya Allah, cerbung ini akan gue rilis secara frekuen.


Jadi, hari ini, setelah berjuang untuk melepaskan diri dari penjara bernama pornografi selama hampir 2 minggu, akhirnya gue relaps kembali. Ah! Sebuah perjuangan yang tidak kusangka akan berakhir mengenaskan. Awalnya memang sih, waktu itu gue sedang dalam kondisi yang cukup bosan. Sekarang, hari Sabtu dan memang di kampus itu, hari Sabtu itu adalah hari libur. Memang, tidak sedikit yang memanfaatkan hari libur untuk melakukan kegiatan, seperti jalan-jalan atau ya, sekedar nongkrong-nongkrong bersama teman di tempat manapun.

Namun, kali ini, gue pun sedang berada dalam situasi yang cukup melelahkan untuk otak. Ya, gue baru saja lulus dari kampus. Namun, tentu saja, perjuangan yang terbesar setelah lulus kuliah itu tentu saja untuk mencari pekerjaan. Gue sudah melamar kerja ke beberapa perusahaan, namun jawaban dari mereka pun masih saja nihil. Ada yang menolak dengan halus, ada juga yang dengan cukup kasar. Ada juga momen dimana gue terlambat untuk mendaftar. 

Tuhan, apakah ini karma yang Kamu berikan untukku atas segala dosa yang telah kuperbuat?

Ah, aku tidak mengerti. Tetapi, jujur, aku sendiri sudah tidak berniat untuk sekedar balik ke kampung halaman di Pariaman kelak. Apa yang akan mereka katakan padaku.

"Ndeh mandeh, anaknyo Mak Ida ko, alah kuliah jauh-jauh di Jakarta, indak juo lai dapek karajo ciek alahnyo do. Ndeh iyo percuma se Andi marantau. Ndak baguno wak di tampek ko lai."

Pastinya, Amak pun akan malu mendengarkan perkataan tetangga di kampung halaman. Terus terang, ini sudah seminggu aku wisuda dan masih bingung kemana arahku kelak. Aku sendiri bahkan kuliah saja waktu itu hanya bersifat ngasal saja untuk ngambil jurusan Jurnalistik. Namun, ya, tetap saja, aku masih bingung kemana arah tujuan hidupku kelak. Apakah benar aku akan melanjutkan karir sebagai wartawan atau mungkin berlainan arah. Aduuuh.

Ah, mungkin sudah saatnya aku curhat ke Farhan soal ini. Mungkin, dia bisa ngasih solusi yang bagus untuk masalah ini.

"Halo, bro Farhan! Gimana kabarnya nih?"
"Eh, bro Andi! Sehat nih, kamu?"
"Ya, sedang bingung nih, Bro."
"Lah, bingung kenapa?"
"Gini, bro. Aku baru saja relaps nih dari pornografi."
"Loh? Kok bisa? Bukannya kamu sudah sukses katanya?"
"Hmm.. jadi, setelah wisuda ini, you know lah, gue jadi pengangguran kan ini. Gue nyari kerja dulu di sana sini. Dan ujung-ujungnya, ya, gue ga keterima di beberapa tempat gue melamar kerja. Entah apa yang terjadi."
"Waah, yang sabar ya bro. Semangat bro!"
"Itu dia masalahnya bro, situasi ini yang membuat gue jujur lelah dan bosan dengan rutinitas di dalam rumah, nyari kerjaan, dan segala macamnya. Datang ke sana kemari, sedangkan orangtua pun memang sering ngasih support namun gue tentu ga mau dia bersedih dong."
"Iya sih, Bro. Sek, kamu itu lulusan Jurnalistik kan ya?"
"Mmm.. iya sih, Bro. Kenapa emang?"
"Mmm.. gini aja, Bro. Gue ada ide yang bagus untuk lo."
"Ide gimana, Bro Farhan?"
"Jadi, ini sebenarnya sudah disampaikan juga waktu gue berada pada posisi lo, teman gue sih yang bikin ide seperti ini."
"Hmm.."
"Bro Andi, baiknya kamu nulis semacam buku harian gitu deh per hari. Gimana kehidupanmu setelah keluar dari pornografi sekarang? Kamu tulis juga hal-hal apa yang bisa membuatmu berada pada posisi semacam hasrat untuk kembali buka video porno atau sekedar gambar-gambar gitu lah. Lo brainstorm dulu semuanya, selama kamu relaps ini, kenapa aja yang terjadi? Waktu itu lo ngapain aja? Lo buka apa waktu itu? Pokoknya coba sedetail mungkin, ya semacam wartawan kalo pake prinsip 5W 1H."
"Hmmm.. ide bagus juga tuh, Bro."
"Lumayan loh itu, bisa membangkitkan lagi kemampuan menulismu. Siapa tahu, dari situ akan menginspirasi beberapa orang dan ujung-ujungnya ya, kamu dapat kerjaan yang tidak diduga-duga."
"OHYAAA!! Kok gue ga kepikiran ya? Emang nih ga percuma gue punya mentor kayak dirimu, Bro Farhan."
"Itu sudah rutin dipakai kok. Coba aja dulu. Semoga berhasil, ya Bro Andi. Semangat! Ohya, jangan lupa juga loh mendekatkan diri pada Allah swt. Banyak-banyak beribadah dan tetaplah konsisten. Itu pasti keren! Melatih kesabaran dan juga konsistensimu toh?"
"Keren tuh, sesuai prinsip 3C kamu kan itu. Change, Consistent and Cheerful!"
"Nah, cakep!"

Dari pembicaraan yang cukup lama dengan Bro Farhan, mungkin gue coba dulu aja kali ya membuat sebuah buku harian untuk kecanduan pornografi. Jadi, mungkin di situ gue bisa juga membahas tentang beberapa hal, tentang opini ataupun apapun itu yang ada. Mungkin, dari situ, gue bisa menemukan apa yang sebenarnya gue inginkan. Dan, mungkin saja passion gue sebenarnya memang menulis. 

We'll never know. Ah, ga kerasa aja ya, udah adzan Zuhur aja. Solat dulu ah, terus ntar baca-baca dulu beberapa buku yang penting sama mungkin, ya browsing sebisanya. Tapi, utamakan tidur dulu nih kayaknya. Tidur itu penting juga kan?

Hehehe. Semangat Andi! Kamu pasti bisa, Andi! Kamu pasti bisa dapat kerjaan! Bismillah!

Comments

  1. Semangat Andi,,, berjuang untuk keluar dari kebiasan-kebiasaan yang kurang baik memang gak mudah ya, tapi semoga selalu didekatkan dengan orang-orang yang membawa kita ke kebaikan.

    ReplyDelete
  2. Maksud dari cerita ini tentang perjuangan melawan kecanduan pornografi, tetapi berakhir dengan perjuangan mendapatkan pekerjaan. Saya masih bingung..
    Tapi apapun itu, saya mendukung penuh usaha Andi dalam perjuangannya melawan kecanduan pornografi. Semangat!!!

    ReplyDelete
  3. Katanya kecanduan pornografi sangat sulit disembuhkan, tapi saya percaya kamu pasti bisa Andi.
    Ayooo, teman-teman yang lain untuk keluar dari dunia fornograpi.

    ReplyDelete
  4. Wah...cerbung ini semacam kisah di balik layar dalam pembuatan buku Lepas Dari Penjara yaa, dok?
    Idenya penulis iu adaa aja yaa...
    Jadi inget Ika Natassa sama Risa Saraswati saat mengembangkan ide.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kinda. Lihat aja ke depannya mau dibawa kemana ini cerbungnya, Mbak.

      Delete
  5. Semangat, Bro. Selesaikan ya ceritanya! =)

    ReplyDelete
  6. Sebagai pengangguran yang (sangat) lebih dari seminggu, kuingin berbisik sama Andi, "Pengangguran nyubi." Wkwkwk. Ayo mas Andi. Kalahkan candu itu!

    ReplyDelete
  7. Smngt andi, yakin bisa kalahkan canyu itu. Smangat. Eh, btw aku tunggu cerita lanjutannya ya, ga seru kalau blm baca ampe slesai

    ReplyDelete
  8. Kecanduan itu bisa ilang dengan kesadaran sendiri tanpa perlu paksaan, kok. Menurut gue gitu, ya, gak tau deh menurut Mz Anang. Wkwkw.

    ReplyDelete
  9. Kecanduan pornografi parah juga sih rada susah banget untuk dihilangkan akan tetapi kalo punya niat pasti bisa nih buat melepaskan diri dari penjara seperti

    ReplyDelete
  10. Coba bilangin ke Andi: jadi blogger ajaaaah, enak loooh, bisa dapet duit,nyante2 di depan laptop, hmmm enyaaaaak. Tapi kalo buka laptop, jangan buka yang begituan lagi yaaaa

    😆😆

    ReplyDelete
  11. Hai, Andi! Aku pengin ih kuliah jurusan jurnalistik. Ajarin aku dong sini. Kita berbagi soal tulisan. Aku bagi soal fiksi, kamu soal nonfiksi. Nah, pas kan? Huehehe.

    Semangat buat berubah jadi lebih baik, ya!

    ReplyDelete
  12. Btw orang Pariaman ya ?
    Klu iya..salam kenal
    Saya orang sicincin hehehe

    ReplyDelete
  13. Hmm... kira-kira Andi itu beneran ada nggak ya? Kok malah penasaran di situnya. Heheheh.
    Btw, suka dengan kalimat tetangga yang memakai dialek Sumatra. Beneran Pariaman? Saya coba bacanya dan asyik banget.

    ReplyDelete
  14. Penasaran sama yg namanya Andi. Fiktif atau nyata ya? Atau nyata yg difiktifin. Hahaha...

    Premis ceritanya: kecanduan pornografi bikin susah nyari kerja. Hehehe..

    ReplyDelete
  15. Wah cerbung! Udah lama ga baca kek gini hehe. Kira2 ampe brp seri nih ntar?

    Iya sih, biar menghindar dr kebiasaan yg kurang baik, harus bisa nyibukkin diri. Bener tuh, mulai menyibukkan otak dengan menulis ya :)

    Trus buku hariannya Andi diterbitin ga? Atau jd blog? :D

    ReplyDelete
  16. Semangat Andi....


    Ini antara fiksi dan kenyataan mitip yaa, sering kejadian

    ReplyDelete
  17. Katanya emang pornografi itu nyandu dan lbh susah disembuhkan dr kecanduan lain kyk merokok, minum minuman keras dll.
    Moga2 saja si Andy ini segera mendapat kesibukan/ pekerjaan yg membuat dia jauh dr kebiasaan lama, hmmm, atau mungkin msh perlu bantuan psikolog mungkin? ditunggu lanjutannya :D #kalauada :D

    ReplyDelete
  18. Hmmmmm......
    Kecanduan pornografi itu memang susah ya cara hilanginny a ya?

    ReplyDelete
  19. ikeh ikeh ikeh hehe.. bagusnya sih nonton porno kalau sudah nikah, sam pasangan biar banyak variasi :) gw beruntung sejak SMA ampe nikah ga pernah nonton (sengaja) film porno. Paling pas kuliah baca hentai n anime echi hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog pribadi saya. Jika suka, jangan sungkan-sungkan lho untuk berkomentar. Salam kenal!

Popular posts from this blog

Nge-Diss dalam Hip-Hop (#PikiranGue Ep. 1)

YouTube Lawan Televisi (#CurhatGue ep. 03)

Apakah Eminem Layak Menjadi "King Of Hip Hop"?