Reject, Respect, React (#PikiranGue Ep. 3)

Halo teman-teman semua! Balik lagi ke blog gue, setelah sekian lama gue ga ngeblog, karena alasan tertentu. Kebetulan blog ini sebenarnya adalah blog yang bersifat hutang ke beberapa temen gue di media sosial, sebagai sesama pecinta hip-hop, dan di posisi gue sekarang ini sebagai hip-hop blogger dan hip-hop writer. 

Gue kali ini akan ngebahas tentang pendapat gue mengenai artikel MetroTV mengenai Young Lex, yang terus terang menurut gue emang sensasional dan tentu saja kontroversial.

METROTVNEWS.com - Young Lex dan Ambisi Merajai Hip-Hop Indonesia



Emang akhir-akhir ini Young Lex kayaknya ga jauh dari yang namanya sensasi. Dan, sayangnya sensasinya jelek-jelek mulu. Sekedar info aja sih, sebelum artikel itu beredar, Young Lex juga pernah bikin sensasi ketika dia kumpul-kumpul membahas soal Hip-Hop, dan salah satu bahasannya yaitu tentang diss track.

Menurut gue sih, dia ada poin bagus sih, terutama ketika rapper-rapper yang emang populer cuma gara-gara ngediss, terus pas udah naik, malah bikin karya yang terkesan medioker dan malas. Tapi, sayang aja, dia nyebut nama 8 Ball, which is menurut gue one of the best underground rapper of all time, karena mungkin kebanyakan fans Hip-Hop mengenal 8 Ball dari lagu diss track dia, apalagi waktu itu ketika dia nge-diss Kangen Band atau Agnes Monica yang sempat viral banget,

Di video itu, Young Lex bilang bahwa 8 Ball memang populer karena diss track, tetapi dia cuma sementara doang.

Respon terhadap video itu bermacam-macam, dan tentu saja banyak dari sisi negatifnya, bahkan 8 Ball sendiri langsung merespon dengan caranya sendiri.

YAK. MERILIS DISS TRACK UNTUK YOUNG LEX!
Of course, kalian semua sudah mendengar track tersebut. Jika belum, yaudah, gue share ulang lagi aja.



Back to the article! Di situ, ada beberapa poin yang menurut gue agak aneh, dan wajar kalo dibilang sensasional dan kontroversial. Inilah beberapa poin yang gue maksud itu.

1. Dia ingin populer dengan menjadi tokoh anti-hero.

Tokoh anti-hero atau villain atau gampangnya, antagonis memang menjadi tokoh yang paling gampang diingat dalam sebuah film. Contohnya, seperti Dr. Octopus dan Venom di film Spiderman, Loki di film Thor, atau Joker di film Batman. Mirip2 juga kalo kita menjadi panitia MOS atau OSPEK sekolah, pasti panitia yang paling populer itu adalah komisi disiplin, yang doyannya ngebully atau bentak-bentak, yang istilahnya sebagai orang jahat dalam setiap kegiatan. Strategi itulah yang sebenarnya diangkat oleh Young Lex dan manajemennya.

Good strategy!

Tetapi ada sisi negatif dari strategi tersebut. Yaitu, jika memang ingin menjadi tokoh villain atau anti-hero, tokoh tersebut harus memiliki skill yang mumpuni. Sehingga, tentu persaingan antara tokoh protagonis dan antagonis akan terlihat sangat menarik jika diabadikan dalam sebuah film

Kita melihat dari apa yang terjadi antara Young Lex dan 8 Ball sendiri. Banyak fans Hip-Hop yang sebenarnya ingin 8 Ball  ngediss Young Lex, tetapi 8 Ball baru mulai panas ketika namanya disinggung dalam video yang disebut diatas. Sehingga, hasilnya muncul track "Reject Respect". Tetapi, sampai sekarang, kita belum melihat respon langsung dari Young Lex. 

Bahkan, ketika Ecko Show ngeluarin diss track terhadap Young Lex berjudul "Pikir Lagi", Young Lex memilih untuk menjawab via Instagram ketimbang lewat lagu. Padahal, diss track is not just a diss, it's all about skill fighting, it's like when you play boxing.

Saran : jika emang ingin jadi tokoh anti-hero, pertambah skill, bisa terapkan strategi Drake atau mungkin Kendrick Lamar (fakta : setelah verse Kendrick di Control, banyak yang menganggap Kendrick sebagai tokoh anti-hero setelah nyebutin banyak rapper di verse tersebut, dan efeknya? SKENA HIP-HOP AMERIKA KEMBALI MENARIK BUNG!, ya habis itu rilis album keren lah)

2. Dia senang dengan haters, bahkan ingin ngajak haters untuk kelahi

Mungkin, statement ini agak salah tafsir. Tapi, kalau anda lihat di jawaban Young Lex, dia bilang kayak gini,

"Gue sampai ingin bikin eksperimen sosial, menantang haters gue untuk ketemu langsung di lapangan. Misal gue umumkan di Instagram untuk ketemuan di Lapangan Banteng dan kalau ada yang mau ajak berantem ayok berantem. Gue pengin tahu apakah memang ada dan ending-nya seperti apa. Tapi bisa juga misal tidak ada yang datang, atau ada yang datang dan malah jadi berdiskusi"

Itu hasil kopian gue sendiri betewe.

Jawaban gue cuma ini
"Haters yang cerdas ga bakal ngajak orang berantem, karena lebih baik pake otak daripada pake otot. Mending gue gunain otot gue buat hal bermanfaat daripada dipake buat ngelukain orang. Ingat! Cedera mental sometimes lebih parah dari cedera fisik".

3. Dia deket dengan ibu ketimbang bapak.

Mmm.. gue juga sih, so nothing bad about it. Tapi, ya, sampe bilang kalo banyak rapper ngebunuh bapak itu sih lebay. Karena, ya hakikatnya, cintailah orangtuamu. ASIIK! Gue salut dengan kejujuran dia tentang nyokapnya. Gue juga tinggal di rumah bareng nyokap kok. Tapi, ya kalo disuapin itu lebay sih, tapi emang tangan nyokap selalu lebih enak.

Kok jadi curhat gini sih?

4.  Menurut dia, tidak ada rapper yang layak dijadikan legenda, dan dia tidak nyambung dengan rapper generasi lama.

Pernyataan ini memang disebut paling memancing kontroversi. Seperti ini kira-kira

Ketika ditanya tentang apakah pernah diskusi dengan rapper generasi lama:
Belum karena enggak bakal masuk. Keadaan sudah berbeda, mungkin dulu mereka terkenal. Tetapi kalau dibanding dengan rapper generasi sekarang, mungkin skill mereka nilainya 20. Karena mereka sudah tidak up to date.  Mereka akan "mati" dengan sendirinya, mereka terkenal karena era-nya.

Ketika ditanya tentang rapper Indonesia yang layak memperoleh predikat "legenda":
Belum ada. Karena di luar yang dianggap legend itu dari segi skill kuat banget. Di luar, musisi hip-hop yang pantas dibilang legend memiliki sisi histori dan story yang panjang. Sorry to say, bahkan Iwa K dianggap legend karena terkenal duluan, tetapi bukan karena skill. Iwa K booming di sini karena di luar hip-hop sedang booming. Beda dengan N.W.A misalnya yang menyuarakan "Fuck the Police," karena memang real yang dihadapi mereka seperti itu. Mereka melihat bagaimana orang kulit hitam berkumpul dan dianggap kriminal oleh polisi. Mereka suarakan itu, itu yang membuat mereka menjadi legend.

Komentar ini juga direspon langsung oleh Iwa K, terutama waktu itu, perwakilan Young Lex menyatakan bahwa dia sudah minta maaf ke Iwa K dan menyatakan bahwa jurnalisnya mempuntirkan perkataan Young Lex. Inilah respon Iwa K real lewat Path.


Sebenarnya, statement ini cukup menggelitik karena sebenarnya menurut gue, legenda pada hip-hop itu tidak hanya tentang skill, tetapi juga ketika kita membahas tentang legacy yang ditinggalkan, dan lainnya.

Menurut gue, approach yang dilakukan dari Iwa K, 8 Ball, Saykoji even Young Lex itu sebenarnya sama, yaitu membuat Hip-Hop semakin terdengar dan akrab di kalangan awam. Apalagi dengan lirik yang jenaka, diatur dengan wordplay yang ringan, dan pesan yang bagus. Mungkin jika Young Lex ga macem-macem, kayak ngomong kata-kata jorok, atau bikin sensasi negatif. Kelak, menurut gue Young Lex bisa termasuk dalam status legenda, karena legacy yang dilakukan untuk membuat Hip-Hop terdengar lebih dalam lagi.

Betewe, terutama untuk yang belum paham banget soal 8 Ball, dan cuma tau dia dari diss track doang. Mungkin, bisa dengarkan album Kenalin, ya dengarkan secara legal, karena sudah masuk Spotify dan iTunes, liriknya ringan, jenaka dan menyesuaikan tema harian, dan tentu saja menyimpan kritik sosial juga.

Contohnya lagu ini nih.. KEREN!!



But, yup, it is all lost. Young Lex sudah kehilangan respect dari para pendahulu Hip-Hop, even dari mentornya sendiri, yaitu Mocharizma, dalam press release yang barusan dikeluarin oleh Zero One.

Tetapi, hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan penting

"HARUSKAH KITA MENGHORMATI GENERASI LAMA DARI HIP-HOP?"

Di Amerika juga, pertanyaan tersebut juga kerap menjadi bahan diskusi, terutama bagi rapper pendatang baru, seperti Lil Yachty yang bahkan ga hafal lagu-lagu Tupac atau Biggie. Bahkan dia sendiri nyebut bahwa Drake > Tupac and Biggie. Ya, seperti sebuah tembakan tajam bagi fans Hip-Hop, mengingat jika kalian tanyain ke hampir semua fans Hip-Hop, pasti TOP 10 mereka ada Tupac atau Biggie, mau dimanapun kalian letakin mereka. 

Apalagi, statement dari Lil Yachty tersebut juga menimbulkan perang antar generasi. Yaitu ketika Pete Rock, salah satu produser hip-hop legendaris merespon hal tersebut di sosial media. Hal ini juga mengingatkan kita tentang beef yang pernah terjadi antara Ice-T (gangsta rapper legendaris) dengan Soulja Boy di era 2000an. Ketika itu, media menyebutkan bahwa Ice-T membuat permintaan maaf, dan dunia seolah-olah mengejek Ice-T yang terlalu soft.

If you ask me, tentu saja jawabannya adalah YA! Tetapi, jangan berlebihan. Ya, kita juga harus menyadari bahwa musik sekarang sudah berevolusi, tentu saja selera musik kita bakal berubah. Mungkin di era 90an, musik boombap jadi raja, tentu saja ada rasa jenuh, dan sekarang di dekade ini, musik trap jadi bahan favorit. Banyak rapper yang ngarah ke beat trap, dan tidak sedikit juga yang mempertahankan era boombap.

Tetapi, kembali lagi, jangan mentang-mentang kita sudah di atas, kita dengan mudahnya menyebut rapper generasi lama ga nyambung dengan yang baru. Justru, kita harus berdiskusi dengan mereka, membahas tentang hip-hop dan lainnya, bahwa sekarang hip-hop sudah kayak gini. THEY ARE NOT STUPID! Apalagi, kalo dikatakan skillnya bernilai 20. Iwa K sama 8 Ball aja terlalu rendah buat dikatain begituan, apalagi rapper dengan rima yang kompleks banget, macam personil Homicide atau X-Calibour?

Dan, satu lagi, sebenarnya menurut gue, nilai skill orang itu bukan tanggung jawab kita juga sih, sebagai penikmat, karena approach setiap orang itu berbeda. Yang penting bagaimana esensi dari karya mereka sendiri, apakah bagus atau tidak, dan dapat diterima atau tidak.

Iwa K jangan dibanding-bandingin dong sama Morgue Vanguard.
8 Ball jangan juga dibandingin sama Doyz dong.

They have different approach.

Atau kalo mau ngeles dikit, ya bilang aja, maksudnya skill rapper lama itu ya tadi emang aku sih bilangnya 20, tapi sebenarnya itu artinya 20/20 kok.

Lagian, tanpa usaha dari mereka, toh rapper-rapper baru ga bakal dapat inspirasi juga toh buat ngerap?

Tetapi, bukan berarti rapper di era 90an juga harus dituhankan banget. Sesuai dengan apa yang dikatakan Logic di lagu "City of Stars".
"I love Hip-Hop but I hate Hip-Hop
Cause people that love Pac hope that Drake got shot
Cause he talks about money and bitches, for heaven's sake
Pac do the same thing, but it's on the drum breaks".
Intinya, dari lagu ini bahwa banyak yang menganggap bahwa Tupac is better than Drake, tetapi tetap ingat bahwa Tupac pernah ngebahas topik yang selalu dibawain Drake ketika ngerap. So, stop preaching about 90s so much!

MUSIC IS EVOLVING!

Bahkan, rapper Indonesia lainnya, si Rich Chigga, tetap pays respect ke Ghostface Killah, padahal eranya GFK berjalan pas Rich Chigga mungkin belum masuk TK. Tetapi, mereka tetap berkolaborasi, even Chigga malah ikut-ikutan freestyle dengan beat Wu-Tang.

So, one thing. RESPECT PENDAHULU KALIAN! 

5. Dia ingin masuk ke pasar Rich Chigga dengan belajar Inggris

Mmm... semoga ga separah ini deh.


6. Dia ingin bikin sekolah Hip-Hop di Indonesia

Mmm.. kayaknya kalo dance crew dan DJ, udah ada sih. Tapi, kalo rapper, ya kamunya juga harus pertajam skill dulu sih. Seriusan! Guru yang baik tentu saja harusnya guru yang punya skill tinggi, ga hanya bisa ngajar tok. Tapi, juga tau apa yang harus diajar. Toh?

Ya, masa ada rapper muda mau belajar sama guru freestyle kayak gini?



atau mungkin bisa belajar aja via bang Saykoji lewat video ini



7. Dia ingin bikin distro dan rumah makan di Indonesia

SEMOGA SUKSES YAA!! GUE DOAIN, SELAMA JALURNYA HALAL, GUE DUKUNG KOK!
ASAL JANGAN BIKIN RUMAH SAKIT AJA.. PLEASE!

Kecuali kalo mau bikin daster operasi bermerk YOGS, mungkin bisa kontak-kontakan via LINE, jadi dokternya ikut-ikutan SWAG pas operasi kan.


Final words : GUE TUNGGU YA BANG ALEK KLARIFIKASINYA!

Comments

  1. Tahun 2012 saya pernah bikin seminar "pengenalan kurikulum bahasa Indonesia berbasis R.A.P" kerjasama dg DMU.. mengundang bbrapa komunitas lokal Dan rekan2 guru Dari PGRI.. Dan itu aja ga mudah, sekelas seminar.. dan sejak 2012 (berhenti di 2014) saya membuka kelas RAP di talent school Isba dibantu teman2 hip-hop surabaya...
    Dan ITU GA MUDAH,tapi BISA.

    With all due respect, gagasannya bagus.. tapi saat berbicara sekolah,km berbicara ttg pendidikan. Kamu mendidik.
    Tidak hanya mendidik mereka menjadi penampil.
    Karena hip-hop sendiri selain showbiz juga ada nilai2 filosofi yg dijunjung.

    Ada elemen2 selain RAP lain yg di bahas..

    Ada sisi histori yg harus dipelajari Dan dikomperasi dengan keadaan sekarang.

    Ada sains of hip-hop yang dijadikan acuan.

    Dan kurikulum "sekolah hip-hop" itu sendiri di university of Carolina dibahas sampai s3.

    Pertanyaannya... dengan contoh manusia yg bertingkah laku seperti ini. Apakah dia layak?

    Dia BISA... tapi apakah dia layak?.

    .
    .
    Much to learn in hip-hop.
    Siapa saya yg ga semahsyur dia utk mengomentari.. tapi setidaknya bayangkan generasi hip-hop macam apa yg dia cetak Dari sekolahnya.

    ReplyDelete
  2. Sorry koreksi, seminarnya tahun 2010.. 😃

    ReplyDelete
  3. eh, aku liatin dia di iklan itu, yang ngomongnya aja pake nge-rap segala...
    boleh lah yaa...
    tapi untuk bikin sekolah hip hop? duh... agak ngeri kalo ngebayangin hasil siswa-siswanya nanti. ehe~

    ReplyDelete
  4. Ya semua bebas berkarya, asal tidak kebablasan dengan mengolok-olok kalau karya orang lain itu jelek,

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog pribadi saya. Jika suka, jangan sungkan-sungkan lho untuk berkomentar. Salam kenal!

Popular posts from this blog

Nge-Diss dalam Hip-Hop (#PikiranGue Ep. 1)

Apakah Eminem Layak Menjadi "King Of Hip Hop"?

Cerita Tentang Komitmen