DOKTER NGEFANS HIP-HOP? (#CurhatGue Ep. 05)

Dokter kok bisa sih ngefans sama Hip-Hop?


Pertanyaan ini pasti muncul dari benak teman-teman pembaca terhadap gue, ya, apalagi karena tulisan yang ada di blog ini kebanyakan tentang hip-hop dan kebetulan tulisan terlaris gue di Kompasiana itu justru membahas soal Hip-Hop. Gue pernah ditanyakan oleh salah seorang teman di Facebook. In case yang belum tahu, gue sebenarnya masih berstatus sebagai mahasiswa program profesi di FK UGM (kebanyakan orang mengenalnya sebagai “Ko-Ass”, jadi belum begitu layak dipanggil dokter, meski di jas harian gue sudah ada tulisan “DOKTER MUDA”). Jadi, gampangnya, koass itu adalah setelah kita lulus S1 itu, seluruh mahasiswa kedokteran menjalani program klinis dimana fokus belajar kami itu bukan lagi di kampus, melainkan di Rumah Sakit atau Puskesmas.

Kembali kepada Hip-Hop!

Pertanyaan tersebut memang selalu terngiang muncul di benak gue. Bukan lagi sebuah rahasia bahwa kebanyakan anak FK itu selera musiknya itu ya mewakili FK sendiri, seperti musik jazz, musik klasik, ya kalo emang ga doyan bermusik, at least, mereka dengerin musik pop atau gak EDM, ya intinya yang sering diputer di radio-radio lah. Bahkan di kampus gue sendiri, ada festival musik klasik lho. Ya, kebetulan para dokter/dosen di sana ada juga yang jago main piano klasik gitu. Bukan lagi rahasia, bahwa musik klasik itu memiliki manfaat bagus buat otak kita, terutama dalam meningkatkan performa otak. Musik klasik juga memang terbukti cocok sebagai teman belajar, ya kalo ga, musik instrumental juga cocok. Bahkan, pas awal gue masuk FK aja, teman-teman pada rame2 ke Festival Musik Jazz yang diadakan FEB UGM (namanya Economic Jazz Festival kalo ga salah, sori gue lagi ingin ngetik instan, males searching ke si Mbah). Sehingga, gue sendiri merasa susah gitu berbaur ke teman-teman tentang selera musik. Lagian juga tidak banyak di area Fakultas Kedokteran yang tertarik mendalami skena Hip-Hop. Meskipun ada, yaa, banter-banteran ngarah ke K-POP atau sekarang K-HIPHOP, ya, tapi ga sekelas macam Eun-G atau mungkin mereka bukan penonton acara macam Show Me The Money atau Unpretty Rapstar (acara itu ada mbak Jimin AOA, kyaaaa ~~~~, saranghae unnie)



Tetapi, jujur sebelum masuk ke FK UGM, gue sudah terlebih dahulu mengenal Hip-Hop, terutama ketika SMA. Ya, awalnya sih gara-gara waktu gue SMA itu, dua band favorit gue lagi hiatus. Gue sebelumnya ngefans banget sama Peterpan (sekarang ganti nama jadi NOAH) dan Fall Out Boy (sayang lagu-lagu mereka sekarang ga seenak dahulu). Dan, waktu gue SMA, mereka berdua memutuskan untuk hiatus, jadi gue waktu itu butuh musik baru. So, ketika gue ngopy film dari hardisknya temen gue, terngiang di pikiran gue untuk turut copy lagu2 Eminem, waktu itu kira2 pas gue kelas 2 SMA. Dan ternyata beberapa lagu Eminem yang gue ikut copy ini keren-keren semua, terutama lagunya yang berjudul Space Bound.


Ya, ketika itu, gue lagi naksir sama seorang cewek dan dalam tanda-tanda bakal ditolak karena respon dia ke gue waktu itu negatif. But, thankfully, it turned out well in the end (ya gue tetep ditolak sih sama cewek itu, but mending ditolak sih).

Akhirnya, setelah itu, gue memutuskan untuk lebih mendalami tentang Eminem dan tentu saja, download lagu-lagunya terutama dari album Recovery dan album Bad Meets Evil yang judulnya Hell: The Sequel. Bahkan, gue keinget banget waktu itu sering muter-muter lagu Eminem pas lagi pelatihan but OSN Fisika di ITB.

Believe me, it’s not a great combination, belajar sembari dengerin lagu hip-hop, especially Eminem song with lots of explicit words (eventhough some of them are encouraging, like Not Afraid and Cinderella Man).

So, setelah itu, gue akhirnya memutuskan untuk memenuhi playlist lagu-lagu gue dengan beberapa lagu hip-hop, tentu saja gue memulai dari beberapa lagu Eminem dan lagu hip-hop yang mainstream ketika itu. Sebelum akhirnya gue mengunjungi blog Eminem Indonesia, dan mempelajari seluk-beluk Eminem, serta mengoleksi diskografi beliau. Setelah itu, gue memutuskan untuk bergabung ke grup Facebook Eminem Indonesia dan hanya menjadi anggota pasif karena waktu gue SMA, frekuensi Internet gue ga sebanyak ketika gue kuliah sekarang, you know, hidup di SMA berasrama cukup ribet ketika itu, dan lumayan strict.

Puncak dari ketertarikan gue dengan hip-hop bermulai pada masa gue mau masuk kuliah, pada waktu itu kebetulan setelah UN, gue ikut-ikutan bimbel untuk SNMPTN dan tentu saja, gue ga tinggal di lingkungan asrama lagi, jadi aktivitas gue di Internet ya relatif rame, gue juga sering banget waktu itu ke warnet tentu saja untuk browsing beberapa lagu hip-hop, gue iseng-iseng waktu itu ngesearch BET Cypher di YouTube, itu juga setelah menyaksikan Shady 2.0 BET Cypher yang menurut gue masih the BEST BET CYPHER OF ALL TIME!


Akhirnya, gue memutuskan untuk melihat BET Cypher yang lain dan tertarik dengan BET Cypher yang melibatkan Tech N9ne, Kendrick Lamar, B.O.B, Big K.R.I.T, dan Machine Gun Kelly.


Entah kenapa setelah melihat BET Cypher tersebut, gue jadi tertarik untuk searching tentang rapper yang gue sebutin namanya tadi, dan kebetulan beberapa dari mereka juga baru saja merilis album di tahun 2012, B.O.B dengan albumnya yang berjudul Strange Clouds, dan Kendrick Lamar dengan albumnya yang berjudul good kid m.a.a.d city. Dan setelahnya gue akhirnya punya list lagu yang cukup diverse, ditambah lagi pada tahun 2012, lagu-lagu Macklemore seperti Thrift Shop dan Can’t Hold Us diputer berkali-kali di berbagai radio. Sehingga, pada akhir 2012 dan trimester pertama 2013, gue memutuskan untuk memperluas pencarian ke Hip-Hop, ya waktu itu juga disertai dengan kecintaan gue terhadap J-POP (terutama AKB48 sih).

Betewe, tau kan, kalo AKB48 punya lagu yang nadanya cukup hip-hop?


Tak lama setelahnya, ya gue akhirnya memutuskan untuk mendalami album Hip-Hop, tentu saja dengan banyak rekomendasi dari berbagai penikmat lainnya. Dan, banyak orang yang bilang bahwa jika lo ingin menyukai sesuatu, tentu saja lo harus mengetahui sejarahnya. Hal ini juga yang membuat gue memutuskan ingin mendalami musik Hip-Hop, terutama setelah secara tidak sengaja gue mendengar kuliah dari KRS-One di YouTube tentang the origin of Hip-Hop, ohya tadi, gue lupa menyebutkan bahwa film dokumentari tentang Hip-Hop yang berjudul The Art of Rap : Something From Nothing, juga membuat gue semakin tertarik mendalami Hip-Hop, ya gue donlot film itu tentu karena Eminem ikut sebagai narasumber di film itu. But, you need to watch the whole thing, so it kinda makes me more interested in knowing hip-hop. Apalagi, pernyataan dari Grandmaster Caz yang bikin gue kagum dengan Hip-Hop, yaitu:

“Hip-Hop didn’t invent everything, Hip-Hop reinvented everything”.

Singkat ceritanya, masa kuliah gue tentu saja dipenuhi dengan dua genre musik tersebut, kalo enggak J-Pop, tentu saja Hip-Hop. Bahkan sampe gue memenuhi masa koass yang super hectic ini, playlist di lagu gue mungkin 80% lagu Hip-Hop. Tentu saja bukan lagu Hip-Hop yang sering diputer di berbagai radio, lagu yang gue punya kebanyakan tidak populer dan tentu saja jika gue share ke temen-temen gue, orang bakal bingung, siapa orang itu. Kebanyakan orang mungkin punya lagu Kendrick Lamar di hape, tapi yaa.. pastinya kalo ga dari lagu Bad Blood-nya Taylor Swift, atau lagu barunya Maroon 5 yang judulnya Don’t Wanna Know. Ya, banter-banter tau lagunya m.a.a.d city karena vine. Tapi, temen-temen gue mungkin ga kenal siapa itu J. Cole, Big K.R.I.T, Schoolboy Q Anderson Paak, Danny Brown, Tyler The Creator, Chance The Rapper, Joey Bada$$, Vince Staples, dan lainnya. 

They’re great artists in my opinion.

Tapi, ya tetap kebanyakan anak kedokteran sendiri emang belum tertarik mendalami hip-hop. Bahkan, ada temen gue yang ngomong di depan gue

“GUE BENCI BANGET SAMA HIP-HOP”,

I understand where they’re coming from, terutama anggapan utama bahwa Hip-Hop itu musik ga sopan, musik jalanan, atau musik orang kampungan (ya pamer bling-bling). But, jika kalian semua memahami Hip-Hop, it’s all about peace and respect. Ya, meski ada beberapa clash, seperti munculnya diss track, dan segala macam. At least, it’s still better daripada lo turun ke jalan ga karuan, ato dateng ke artis yang lo benci terus lo bawa golok atau parang.

Terkadang, posisi ini membuat gue sedikit terkurung terutama karena selera musik gue yang sangat distinctive, berbeda dengan kebanyakan anak kedokteran. Bahkan, gue belum pernah denger ada dokter yang tiba-tiba jadi rapper (haruskah gue mencoba?), atau tiba-tiba dokter ikut-ikutan bikin graffiti di dinding gitu. Ya, bagus juga sih bikin graffiti tentang promosi kesehatan, macam bikin tulisan “MEROKOK MEMBUNUHMU” pake tulisan gangster. atau mungkin tiba-tiba gue ke rumah sakit, ketemu stetoskop bling-bling gitu, terus tiba-tiba stetoskopnya disambungkan ke Boombox. Gue bahkan ga sabar tiba-tiba ada orang bikin lagu hip-hop pake sampel dari denyut jantung manusia gitu.

Fakta : waktu gue tugas di stase Kandungan dan gue dengerin denyut jantung janin pada ibu hamil, pernah sekali gue ikut anggukin kepala, macam beat hip-hop soalnya (plis ini jangan ditiru!)

Mungkin, gue perlu juga membuat fakta musik hip-hop untuk kesehatan. Supaya, banyak anak kedokteran yang tertarik mendalami Hip-Hop, ya setidaknya ngerti kalo Hip-Hop is not a bad music at all. It’s really good for you.

Ya, gue sih berharap, dengan posisi gue yang ya, setidaknya setiap gue bikin blog atau tulisan tentang hip-hop entah itu di FB, ato di blog, banyak yang merespon. Banyak dokter yang tertarik untuk mendalami musik Hip-Hop atau mungkin setidaknya bikin info-info kesehatan ala lagu Hip-Hop, tidak ada paksaan kok, itu tergantung selera juga. Dan, semoga gue bisa membongkar anggapan bahwa wah dokter pasti doyannya sama musik klasik, kan sama-sama kelas tinggi. Yaelah, ini musik apa pesawat? Pake kelas segala.

Menurut gue, music doesn’t have class, it’s all about what you like or not.

So, I LOVE YOU HIP-HOP TILL I DIE (ya, setidaknya sampe gue bosen, Insya Allah sih enggak).

Comments

Popular posts from this blog

Nge-Diss dalam Hip-Hop (#PikiranGue Ep. 1)

Apakah Eminem Layak Menjadi "King Of Hip Hop"?

YouTube Lawan Televisi (#CurhatGue ep. 03)