Kritik Membangun Untuk Hip-Hop Indonesia!

Jujur, sampai sekarang, saya masih merasakan hawa-hawa popularitas pasca artikel saya di Kompasiana tentang "Kritik terhadap Hip-Hop Indonesia" sukses memperoleh atensi tinggi dari para pelaku serta penikmat hip-hop. Sampai sukses masuk Headline Kompasiana, keren banget kan?

Udah itu aja.


Tetapi, efeknya cukup luas sih, saya memperoleh banyak relasi baru lagi, tentu saja dapat banyak lagi referensi, ada dari yang bikin situs HipHopHeroes.net yang turut ngeshare artikel, sampe ada member Soul ID yang turut ngeshare artikel tersebut. Dan, lambat laun, saya bertemu dengan salah satu penyiar radio EBS FM dari Surabaya, namanya Mas Aswin. Saya salut dengan beliau karena dia membuat video YouTube yang cukup menambah ilmu saya untuk mengenal Hip-Hop (lumayan buat artikel berikutnya di Kompasiana), terutama di part dia ngebahas tentang Hip-Hop Declaration Of Peace, gila keren banget, aku aja ampe belum tahu itu ada semacam Deklarasi Hip-Hop.

Anyway, berikut ini videonya!


Setelah video itu, akhirnya saya mencoba untuk chat sama dia di Facebook, membahas tentang kondisi Hip-Hop di Indonesia, dan tentu saja apakah memang Hip-Hop Indonesia itu harus seperti Barat. Dan, disini saya salut dengan dia karena dia sangat memahami sejarah dari kultur hip-hop sendiri, mungkin lebih paham dari kebanyakan rapper. Salah satunya, ketika ngebahas tentang kebijakan Ronald Reagan yang cukup restriksi Hip-Hop (gue jadi keinget lagu Ronald Reagan Era dari Kendrick Lamar yang jadi ingin gue cerna liriknya), politik dari Black Panther, serta alasan simpel kenapa orang-orang, entah itu di Amerika ataupun di Indonesia sendiri masih menganggap Hip-Hop sebagai hal yang jelek, karena memamerkan hidup glamour, perempuan seksi, serta hal-hal berbau NAPZA.

Sebenarnya, bukan itu sih yang menjadi pokok postingan ini, tetapi dari pembicaraan kita berdua tadi, dapat disimpulkan bahwa Hip-Hop Indonesia masih butuh dikembangkan lagi, ya tentu saja, karena sesuai isi artikel saya tadi, Hip-Hop di Indonesia itu menunjukkan sedikit penurunan nilai. Dan, dari yang saya dapatkan dengan berbagai pelaku hip-hop, tentu saja tidak hanya rappernya yang harus berubah gaya, tapi juga harus ada gaya dari luar! Yaitu KRITIK YANG MEMBANGUN!

Permasalahan yang terjadi di Hip-Hop, atau lebih tepatnya masyarakat Indonesia adalah orang tidak menghargai kritik dengan baik dan benar. Meskipun, ya kritik itu disampaikan dengan cara sopan dan membangun. Untuk Hip-Hop, kita ambil contoh gampang, yaitu pada video terbaru Young Lex, berjudul GANTENG GANTENG SERIGALA, eh sori maksudku SWAG. 

Mungkin, banyak fans Young Lex yang mengapresiasi lagu ini (saya sebenarnya enggak), karena mengundang berbagai macam YouTuber, seperti SkinnyIndonesian24, Reza Arap, dan Kemal Palevi, sehingga mereka bisa tau tentang Hip-Hop. Tetapi, tentu saja, di setiap karya, ada saja kritik datang. Dan, ada muncul nih, dari salah satu teman komunitas saya. 

Seperti ini, komentarnya


Menurutku sih, ini kritik membangun. Tidak ada kata kasar di dalamnya, dan teman saya ini juga memberikan hal positif dari lagu tersebut, tetapi lucunya si artis Young Lex ini malah berkata kasar. 

Mm.. haruskah kritikan yang positif dibalas dengan hal negatif?

JAWABANNYA, ENGGAK!! 

Dan, lucunya sendiri.. Fansnya juga turut membalas dengan kalimat yang setara, entah itu ngomong binatang, kemaluan, weh macam2, malas sih saya screenshot. Dan, ada yang ngebales dengan kalimat

"KAMU BISANYA KRITIK SAJA, PUNYA KARYA TIDAK??"

Mmm.. sebenarnya, alangkah baiknya kalau kalian ngomong itu ke orang yang kritik pake kata kasar. Karena, sekali lagi, untuk bisa mengapresiasi musik hip-hop, kamu ga perlu kok jadi rapper, kamu sudah menikmati sesuai dengan apa yg menjadi pedoman oleh kultur hip-hop, ya, sudah bisa untuk apresiasi dan involve dalam kultur itu sendiri. Which means, kritik itu bisa kan?

Lagian, sekarang ini, dunia hip-hop Indonesia benar-benar kekurangan kritikus. Tidak seperti musik hip-hop di Amerika sana, yang memiliki berbagai macam kritikus, entah itu di melalui tulisan online, seperti Rolling Stone, atau Pitchfork Media. Ada juga yang melalui review video, seperti The Needle Drop, dan Dead End Hip-Hop (cari channel mereka di YouTube ya guys!). Kesemuanya turut apresiasi setiap karya Hip-Hop yang ada, entah dari album, lagu, ataupun sekedar mixtape. Mereka memberikan hal yang positif dan hal yang negatif dari karya tersebut, which means, itu membangun juga toh?

Tetapi, ya di Indonesia ini, tidak ada sesuatu seperti review karya hip-hop, entah itu lagu, album, atau musik. Ya, kalaupun ada, juga jarang sih, ada Uprock83 yang jarang mereview album, tetapi reviewnya keren kok! Hip-Hop Indo.net hanya ngeshare karya musik doang (itu juga ga semuanya kualitas baik), dan lainnya, seperti Hip-Hop Heroes.net. Padahal, sekali lagi, kritik membangun dalam bentuk review, akan membantu para pelaku musik untuk memperdalam musikalitas dan skill mereka. Toh, mungkin saja, mereka akan ingat karya-karya musik yang ada toh?

So, daripada menunggu ada satu media Hip-Hop Indonesia yang memberikan kritik membangun, blog ini akan turut berpartisipasi dalam apresiasi Hip-Hop Indonesia, yup, maksud saya, memberikan nilai positif dan negatif terhadap karya musik Hip-Hop (ga semuanya tentu saja, hehe). Tujuannya, untuk kemajuan Hip-Hop Indonesia. 

JAYA TERUS HIP-HOP INDONESIA!

Comments

  1. Kritik yang bagus bro, yang di kompasiana juga mantep, well-written banget, tapi sebenernya ga cuma lirik yang ancur, tapi ampir di semua aspek termasuk beat yang juga sebenernya ancur, di Indo, rapnya jarang banget yang beatnya dibikin serius, akhirnya malah jadi beat ber-influence trap dengan synth EDM yang super simple. Dibandingin beat lagu K-Dot ataupun producer jadul yg berkualitas semacam Andre 3000, Preemo, Pete Rock, Madlib , udah kayak bandingin langit dan bumi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih :), anyway, ini siapa ya?? aku mau bicara2 nih.. sebenarnya, aku bikin post ini karena ingin bikin tulisan random aja sih, malem2 bingung mau ngapain... anyway, tulisan lainnya di kompasiana bakal muncul insya allah minggu ini :)

      Delete
    2. Ayo tebak, bapak dokter, siapa saya....

      Delete
    3. anonymous yakali kenal :), pm aja laaah.. wkwkwk

      Delete
  2. banyak lagu rap indo bagus yang tak muncul di tv, radio atau bahkan di youtube. perkenalan dengan praktisi hip hop lokal di daerah-daerah akan membuktikan kalimat saya sebelumnya. jika berangkat dari pernyataan awal Kool Herc bahwa hip hop adalah gerakan kebudayaan yang damai, maka gerakan itu tak muncul di media media besar. Ia bergerak di bawah tanah, layaknya pekerja tambang. Tak kelihatan namun menjalar sampai bawah. Artikel bagus bung. Salam

    ReplyDelete
  3. Saya suka saya suka


    -double die
    Sukabumi Hip Hop Saparakanca

    ReplyDelete
  4. Hey, bro ...I'm from Malaysia.. senang bangat baca article kamu sih. Buat guide saya untuk tahu lebih lanjut scenario hip hop di indonesia. Btw saya pernah berkolaborasi sama anak anak hip hip indo. Dari debut album saya, saya mengundang SoulKilla of EyeFeelSix dan Kryptik. InshaAllah, untuk latest news, for 2016 saya bakalan rilis official video dengan Mutant B from River City Borneo Clan. Hopefully you can review our 1st collaboration sama anak hip hop dari KalSel :).

    *penulis juga seorang journalist magazine lokal di Malaysia. Dulunya aktif review album hip hop. @fhivehelmi

    ReplyDelete
  5. Thanx sudah memasukkan nama saya dan Link Youtube saya di Tulisan ini.

    Stigma yang masih beredar di kalangan HipHop di Indonesia adalah yang berhak untuk memberikan kritikan ataupun masukkan adalah pelaku yang lain,

    padahal menurut saya pengamat / penikmat hiphop memiliki pandangan yang lebih objektif daripada kebanyakan pelaku (kebanyakan saya ga bilang semua) yang notabene memiliki pandangan yg subjektif karena ada unsur kepentingan..

    entah karena faktor image atau popularitas.. dan banyak lagi.

    menanggapai tulisan diatas dan komentar di Youtube yang terkait statement "KAMU BISANYA MENGRITIK , BERKARYA TIDAK?"

    Sama seperti orang tua kolot yang menilai Bekerja hanyalah kantoran.
    orang2 dangkal ini juga berpikiran sama.. KARYA bukan hanya segala sesuatu berbentuk lagu ataupun lukisan.

    Tulisan diatas adalah Karya...

    segala sesuatu yang melibatkan pikiran dan waktu untuk mengolah yg tidak ada menjadi ada adalah KARYA.


    Selamat BerKARYA dengan cara APAPUN untuk HipHop Indonesia.

    Karena Movement tidak hanya harus diatas panggung.

    HipHop is part of Cosmos.. im Out. Peace!

    ReplyDelete
  6. FUCK FUCK FUCK ____ HIPHOPINDONESIA MEMANG NYATA BANYAK SAMPAH........

    ReplyDelete
  7. Semoga makin banyak orang" seperti mas.
    agar supaya scene hip hop indonesia bisa lebih baik.

    ReplyDelete
  8. Hip Hop Indonesia harus bisa mengajak yang positif.
    Sekarang, Hip Hop bukan tentang kekerasan. Tapi, Hip Hop dengan karya yang memberi semangat positif untuk bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  9. good point, terus terang saya terkejut baca artikel di kompasiana, begitu gamblang karena saya kira masyarakat hip hop Indonesia udah ga peduli lagi dengan genre dan skena ini, karena saya sendiri juga jenuh mendengar hip hop indo yg mulai membosankan dan monoton hingga pada akhirnya saya tinggalkan, kemudian tanpa sengaja saya membaca artikel anda di kompasiana and it's like boom! itu seperti apa yg ingin saya ungkapkan terhadap skena ini, kritik yg penting supaya genre ini tetap berpijak di akarnya, tetap kritis bro 😊

    ReplyDelete
  10. Masalah kritik mengkritik hingga akhirnya saling ngedis bukan budaya baru. hampir satu dekade kebelakang hal itu sudah lumrah, sejak hiphopindo.net masih ramai.

    Mental2 pelakunya sendiri yang kurang terasah saya kira. Setiap daerah hampir terjadi 2 kubu atau clan. Rapper yg sok2an gangsta, blood, cripz, menggelikan. Dan untuk yg diomongin diatas udah keliatan kok, cuma menang modal,karyanya saya bilang g spesial. Dan mindset mayoritas orang di negeri ini tentang hiphop perlu diluruskan, untuk kalangan umum tentunya

    ReplyDelete
  11. Setuju dengan Mas Farhan!! Hip hop Indo memang butuh perombakan total!! Memang trend musik rap di Indo sekarang lagi down.. Bahkan musik rap di daerah saya (Papua) yang sempat booming di thn 2010-2014 pun perlahan makin merosot.. Saya sebagai pelaku musik rap (Rapper/Producer) pun mulai belajar untuk menganalisa masalah ini secara seksama..

    Kalo menurut saya, hal ini disebabkan terlalu banyak rapper indonesia yang terus men daur ulang ide2 yang sudah pernah bahkan terlalu sering diangkat.. Selalu saja tema yang diangkat dalam musik rap Indo harus di banjiri dengan Cinta, Diss dan bahkan sekarang sudah mulai masuk kearah Miras, Narkoba dan Seks Bebas.. Pelaku musik rap di indonesia berpikir bahwa ini adalah tema yang populer jadi harus terus diangkat.. Padahal secara perlahan tapi pasti, lagu2 seperti inilah yang membunuh jati diri musik rap yang sebenar"a merupakan musik orang2 cerdas..

    Indonesia adalah tanah dengan berjuta sengketa.. Saya ambil contoh saja dari daerah saya di Papua yang merupakan daerah yang sarat dengan Konflik. Kemiskinan, Level kesehatan dan pendidikan yang rendah, Pelanggaran HAM, Eksploitasi alam, Menghilang-nya bahasa dan budaya asli dan bahkan aksi separatis terus menerus terjadi (di Papua skrg, dalam sebulan bisa terjadi minimal 4 aksi demo yang berbau makar). Sementara itu, Rapper2 lokal di Papua lebih sibuk memproduksi lagu yang bertemakan Cinta, Seks dan Kekerasan. Musik Rap yang merupakan salah satu wujud nyata dari Demokrasi pun berubah menjadi sarana repetisi dari orasi yang mulai basi.

    Siapakah yang salah dalam hal ini?? Pelaku musik?? Atau para penikmat?? Kita tak dapat saling menunjuk jari (ingatlah bahwa satu jari kau tunjuk kearah lawan mu, tiga jari balik menunjuk dirimu). Sebagai pelaku maupun penikmat kita harus lebih jeli dengan keadaan sekitar kita.. Baik itu dalam tulisan, tontonan maupun musik (termasuk musik rap) yang disajikan oleh media massa. Jujur saya salut dengan tulisan Mas, it really opened my eyes and made me wanna talk more about the things that really matter. Semoga artikel ini bisa menjadi lebih berguna bagi pelaku dan penikmat musik Rap lain-nya

    Salam dari Timur Jauh Indonesia,

    E.Z.T.

    https://soundcloud.com/user-559791414

    (Sorry numpang promosi Souncloud terbaru ku.. take a lil time and listen to it.. I promise that you wont be disapointed.. ;) :p)

    ReplyDelete
  12. Saya bukan hatersnya young lex, cm untuk pertama kalinya saya denger hiphop dia, well, good bye. Gaakan mau dengerin lagu2nya dia (dan ini menurut saya. Saya lo...beat nya dia gabagus. Liriknya juga ga begitu bagus, kayak maksa bgt dan sekilas buat saya, saya lo. Kok jadi mirip fade2black?) untuk beberapa waktu. Saya jadi nostalgia dengerin hiphop jaman jadul. Saat ini, bahkan saya jadi penggemar hihop korea, meski butuh translate2 tapi seenggaknya kekuatan hiphop disana jauh lebih kreatif dan artisnya beradab dlm merespon kritik dan saran.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog pribadi saya. Jika suka, jangan sungkan-sungkan lho untuk berkomentar. Salam kenal!

Popular posts from this blog

Nge-Diss dalam Hip-Hop (#PikiranGue Ep. 1)

Apakah Eminem Layak Menjadi "King Of Hip Hop"?

Cerita Tentang Komitmen