Hargai Mereka Selama Masih Ada...

Kita baru saja akan menginjak akhir bulan ketiga dari tahun 2016, dan tahun ini sudah dihiasi banyak hal menyedihkan, meski tentu saja ada yang menyenangkan. Mulai dari teror bom di Turki dan Belgia, jatuhnya helikopter TNI di Poso, dan lainnya. Awal tahun 2016 sendiri juga merupakan awal yang menyedihkan bagi dunia musik, dikarenakan cukup banyak musisi legendaris dunia yang meninggal, dan itu semua dimulai dari meninggalnya rocker legendaris David Bowie yang mengejutkan karena bertepatan dengan rilis album terakhirnya.

Beberapa hari yang lalu, salah satu tokoh legendaris dari genre hip-hop kembali harus berpulang. Rapper dari grup A Tribe Called Quest, yaitu Phife Dawg, baru saja menghembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi dari penyakit diabetes.

Phife Dawg | sumber : independent.co.uk
Hal ini juga disambut dengan kesedihan terutama bagi fans hip-hop yang sudah mendalami genre ini sejak tahun 90an. Berhubung crew yang berpusat di Queens, New York ini memang terkenal sebagai salah satu pioneer yang memadukan genre hip-hop dengan jazz. Selain itu, sekitar 4 bulan yang lalu, grup tersebut juga baru saja melakukan re-issue atau rilis ulang album debutnya yang berjudul People's Instinctive Travels and the Paths of Rhythm yang sudah 25 tahun.

covernya nih! | sumber : everydaydejavu.com
Kematian rapper yang terkenal dengan sebutan "Five-Foot Assasin" ini juga disambut dengan berbagai ucapan belasungkawa dari para pelaku hip-hop, baik itu di Amerika ataupun di Indonesia. Dan hal tersebut seolah-olah memperkenalkan berbagai fans hip-hop yang awam tentang siapa itu Phife Dawg, atau kenapa grup seperti A Tribe Called Quest begitu banyak dibicarakan bagi fans hip-hop. Sehingga, saya merasa bahwa kematian Phife Dawg ini bisa menjadi semacam "jembatan" bagi orang yang tidak mengenal sejarah hip-hop untuk tahu lebih dalam lagi. Tapi, apakah memang harus seperti itu? Apakah harus ada rapper yang meninggal untuk memahami atau mengapresiasi sejarah hip-hop?

Sebagai apresiator hip-hop, kita pasti mengetahui fakta bahwa tanpa ada grup-grup legendaris seperti A Tribe Called Quest, Wu-Tang Clan, Public Enemy, N.W.A, Afrika Bambataa and Zulu Nation, Digable Planets, Run DMC, Boogie Down Productions atau rapper-rapper legendaris seperti Big Daddy Kane, Rakim, Tupac, Biggie, dan lainnya, mungkin genre hip-hop ini tidak akan muncul ke permukaan dan sampai di telinga kita. Mungkin saja, tanpa mereka semua, kita tidak akan mendengar rapper dari berbagai macam tipe kemampuan, seperti rapper dengan kemampuan lirikal seperti Nas, Eminem, Jay-Z, Andre 3000, J. Cole, Kendrick Lamar, atau Big K.R.I.T, atau mungkin rapper dengan skill cetek, seperti Future, Young Thug, Iggy Azalea, dan lainnya.

Jika kita melihat kepada apa yang ingin disampaikan para legenda hip-hop lewat musiknya adalah tentang 4 dasar pesan dari kultur hip-hop yaitu Peace, Love, Unity, and Having Fun. Tentu saja ada diselipin kompetisi dalam bentuk "diss" di dalamnya, tetapi hal itu bertujuan tentu saja adalah sebagai adu kreativitas (insya allah, akan dibahas di artikel berikutnya). Tetapi, dengan melihat apa yang terjadi sekarang ini, entah itu skena di Amerika atau di Indonesia, sepertinya 4 dasar pesan tersebut tidak disampaikan dengan sempurna.

Sehingga, sekali lagi, kita perlu sekali memberikan apresiasi terhadap para legenda atau pahlawan hip-hop tersebut, bukan hanya dengan memainkan musik mereka secara terus-menerus, seperti yang dilakukan oleh Macklemore dalam single Downtown yang mengajak berbagai macam legenda hip-hop (itu juga boleh kok, malah bagus!).


Tetapi juga dengan mengamalkan apa pesan-pesan yang disampaikan mereka. Seperti bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia perlu memberikan penghormatan kepada para legenda perang kita, baik yang masih hidup ataupun meninggal. Yaitu, dengan mengamalkan atau meneruskan pesan-pesan dan perjuangan mereka. Tentu saja dengan cara yang berbeda, asalkan tetap pada esensi yang benar, seperti yang tertera dalam Hip-Hop Declaration Of Peace (silahkan dicari). Sehingga, dapat dikatakan bahwa kelak para legenda Hip-Hop itu tentu saja bisa meninggal dengan tenang.

Meski, tidak dihiraukan lagi, bahwa para legenda tersebut ingin memperoleh apresiasi lebih tinggi lagi, seperti mungkin masuk dalam nominasi Grammy, atau nominasi penghargaan yang dilakukan oleh MTV. Tetapi, menurut saya, jika kita sudah melakukan apa yang disesuaikan dalam "norma" pada hip-hop, sudah cukup untuk apresiasi mereka.

Sehingga, yak, Hargailah mereka selagi masih ada! Hargai juga perjuangan mereka! Jangan hanya dengan selalu sok-sok ngetwit Rest In Peace tapi ga tau siapa orangnya. kan lucu? sok-sok ngikut doang itu namanya :)

Sumber : pinterest.com
So, Rest In Peace, Phife Dawg! Dan, tahun lalu juga Hip-Hop kehilangan rapper Sean Price dari grup Heltah Skeltah! Sudah saatnya, kita meneruskan perjuangan mereka ke arah yang lebih baik!
(anyway, ini bukan iklan partai politik)

Dan juga terhadap semua legenda lainnya yang telah berpulang!

Comments

Popular posts from this blog

Nge-Diss dalam Hip-Hop (#PikiranGue Ep. 1)

Apakah Eminem Layak Menjadi "King Of Hip Hop"?

YouTube Lawan Televisi (#CurhatGue ep. 03)