Posts

Cerpen | Kesempatan Kedua

Image
Gunuang biaso timbunan kabukik, lurah biaso timbunan aia Lakuak biaso timbunan sampah , lauik biaso timbunan ombak Nan hitam tahan tapo, nan putiah tahan sasah Di sasah bahabih aia, dikikih bahabih basi
OoOoOoOoOoOoO
Kutipan akhir dari Cerpen | Nostalgia Itu Bernama Kutukan
“ANDI! LO MEMANG TERLAHIR UNTUK JADI SAMPAH! INI HADIAH UNTUK BUAT LO!”  Bang Haris kasih pukulan tepat di ulu hatiku. Mulutku mulai mengeluarkan darah. Ah, memang sudah saatnya untuk mati hari ini jika memang benar aku ditakdirkan untuk menjadi sampah.  “ALLAHU AKBAR! LA ILLA HA ILALLAH! Sudah saatnya aku menghadapmu, Tuhan.”
OoOoOoOoOoOoO “ALLAHU AKBAR!”
Aku pun terbangun setelah harus mengalami mimpi buruk itu. Memang, pada beberapa periode dimana aku sakit, akan selalu ada mimpi buruk yang menghampiriku. Mimpi itu seolah menandai bahwa kondisiku sudah membaik. Tersadar dengan semua mimpi itu, aku pun menyadari bahwa sekarang sudah pukul 13.00. Yak, aku sudah melewati waktu Zuhur dan tinggal waktu 1 jam lagi untuk b…

Cerpen | Nostalgia Itu Bernama Kutukan

Image
Nak, selalu ingek pesan amak yo. Bajalan paliharolah kaki, bakato paliharolah lidah.
Tiga hari perjalanan ke Yogyakarta memang terasa melelahkan. Namun, lelah itu masih dapat tersampul dengan ramahnya suasana Kota Pelajar. Sekarang, sudah saatnya untuk kembali menghirup udara Jakarta. Kota yang sangat keras, ramai, dan selalu memberikan tantangan bagi orang yang memasukinya. Menurut pernyataan Bang Ari, hari ini akan diumumkan siapa saja yang lolos dari proses rekrutmen The Indonesian Eyes. Entah apa yang membuatku yakin meskipun hati kecil merasa panik dengan pengumuman tersebut. Pagi ini, sebenarnya aku diundang untuk sesi wawancara kerja dengan sebuah surat kabar lokal di Jakarta untuk posisi wartawan. Namun, entah kenapa, karena tubuhku sedang kurang fit, aku memutuskan untuk tidak mengikuti sesi itu. Apakah ini tanda bahwa aku akan diterima atau mungkin ada sesuatu yang buruk? Hanya waktu yang bisa menjawabnya kelak.
Sesampainya di kosan, aku langsung habiskan waktu dengan is…

Cerpen | Merantau Bersama Tinta

Image
Karantau madang di hulu
Babuah babungo balun
Marantau bujang dahulu
Di kampuang paguno balun

Perantauan episode kedua pun dimulai! Kali ini, aku merantau lagi ke tempat yang lebih jauh dari kampung halamanku di Padang. Setelah menghabiskan waktu empat tahun di Jakarta mempelajari tata cara menulis dengan baik, membaca ratusan buku dengan berbagai jumlah halaman, menerima pemasukan duit dari orang tua yang pasang surut, mencari kertas-kertas tambahan dengan menjadi kuli tinta. Akhirnya, aku pun mencoba peruntungan untuk bekerja tetap di Yogyakarta. Sebuah kota yang kerap disebut sebagai kota pelajar. Salah satu teman kuliahku sering bercerita tentang indahnya kota Yogyakarta ini. Entah itu dari murahnya makanan di sana, ataupun dari ramainya aliran kreativitas di sana, atau juga dari kentalnya budaya Jawa di kota tersebut yang mulai dihiasi dengan suasana keberagaman yang dibawa oleh para perantau.
Hari ini merupakan hari kedua aku di Yogyakarta. Sebelumnya, aku memutuskan untuk tingg…

Giveaway Buku Penjara Farhan! (Blog Competition)

Image
Halo, teman-teman!
Ini dengan gue, Farhan. Sebenarnya event ini mau dibuat minggu lalu. Namun, karena harus berperang dengan beberapa urusan, baru bisa dipending sampai sekarang. Di ketikan gue ini, gue ingin sedikit berbagi kebahagiaan karena kebetulan tanggal 20 Agustus yang lalu gue berulang tahun dan salah satu target yg ingin gue capai adalah rilis buku sebelum ultah gue di tahun ini.
Lebih tepatnya, mau traktir lah. Traktirnya tapi dalam bentuk "giveaway". Yang akan gue jadikan barang giveaway kali ini adalah buku pertama gue ini.

Yak. Ini dia buku pertama gue. Buku ini berjudul "Ketika Di Dalam Penjara". Buku ini membahas tentang perjuangan gue dan disertai dengan fakta-fakta yang membahas tentang kecanduan pornografi. 
Nah, tapi untuk bisa dapat buku gue ini tentunya tidak gampang dong. Harus ada proses dan perjuangan. Ada beberapa poin yang harus diterapkan untuk memperoleh buku ini. But, it is really good though.
1. Follow terlebih dahulu akun twitter sa…