Posts

Cerita Tentang Komitmen

Image
“Bro Andi, bangun. Sholat shubuh dulu yuk ke mesjid!”
“Siap, Bro! Ini gue lagi mau siap-siap dulu. Irul ga ikutan?”
“Enggak. Dia lagi kurang enak badan tuh. Yuk, keburu, masa hari pertama kerja malah males-malesan. Ga asik nih.”
“Huft. Iya deh. Yuk, gue udah siap nih ke mesjid!”
Akhirnya, setelah menikmati lima hari yang mengasyikkan berkeliling menikmati kota Yogtakarta. Aku akan memulai kehidupan yang semestinya di sini. Ya, ini adalah hari pertama kerja di The Indonesian Eyes. Menurut email yang kuterima, untuk karyawan baru, baik itu wartawan ataupun juru kamera, akan menjalani program matrikulasi disertai orientasi tugas kerja selama 3 hari di sana. Sebuah cara yang dirasa cukup wajar untuk orang yang bekerja di pabrik-pabrik, namun bagi pekerja media, bagiku terasa kurang efektif atau mungkin bahasa baiknya, aku belum berani membayangkan akan seperti apa hari-hari tersebut dijalani. Namun, untuk para wartawan, kami sudah langsung ditugaskan untuk menyetor berita ataupun artikel sela…

Cinta Dari Sebuah Gorengan

Image
“Aduh. Kok jam segini gue jadi lapar gini ya? Keluar yuk guys cari makan.”
“Ayuk, Rul. Tapi, gue lagi hemat uang nih sekarang, duitnya masih belum cair. Masa gue ngutang lagi ke Mas Slamet. Ga enak lah sama dia.”
“Yah. Lo gimana sih, Fi?. Andi, lo kan baru masuk nih ke kosan kita. Pasti bawa uang banyak dong. Gimana kalo untuk hari ini, lo traktir kita? Sekalian lah.”
“Nah, ide bagus. Anak baru harusnya kita ospek lah ya. Kita bully aja nih sekalian. Porotin duitnya.”
“Hadeh. Kalian enam bulan gue tinggalin, masih aja ga berubah-ubah. Padahal udah dapet cewek loh kalian berdua.”
“Hmm. Itu beda lagi, Bro. Kalo untuk cewek, ya pasti kita usaha untuk memakmurkan dia. Dan sayangnya, lo kan bukan cewek, Ndi. Ya masa, gitu kan.”
“Huft. Hari ini doang kan? Untung aja sih gaji nulis gue baru cair tadi siang.”
“Nah gitu dong, Bro. Lo kan sumber keuangan dari kita bertiga. Hahahaha. Ga deng canda. Ga kayak Zulfi tuh, dimintain duit, ngakunya ga lancar mulu. Ga lancar mulu. Gue resepin pencahar lo.”
“Ir…