Posts

Lepas Dari Penjara (Cerita 2 : Awal Buku Harian)

Ah, kenapa ini terjadi lagi padaku? Baru 2 hari bersih dari pornografi. Ternyata kembali relaps. Ah. Susah dan berat sih emang.

Ohya, kenalan dulu ah. Hai, namaku Andi. Sekarang tinggal di Jakarta.

Mungkin, aku harus memulai dari bagaimana ini semua terjadi. Jadi, aku sendiri memang mengenal namanya Pornografi dari teman-temanku di asrama. Kebetulan, aku sendiri sempat menghabiskan masa SMA yang entah indah atau tidak. Ya, aku hanya bawa pulang kecanduan di sini, bukan kenangan.

Perlahan-lahan, mereka bilang kayak gini,
"Lo ga nonton bokep mah ga jantan bro."
"Cowok itu memang hakikatnya nonton bokep loh, bro."
"Bokep sendiri sebenarnya natural. Toh, kalo lo nikah, lo bakal praktekkan apa yang ditawarkan di video itu toh."

Pada masa itu, aku sendiri mengiyakan apa yang mereka sampaikan. Sehingga, perlahan-lahan, aku inget tuh pas libur panjang SMA, ya aku coba tonton satu persatu. Awalnya sempat merasa jijik, tapi kenapa perlahan, kejijikan itu ibarat seb…

Lepas Dari Penjara (Hari 0)

Melepaskan Diri Dari Penjara adalah sebuah cerbung yang dibuat menceritakan tentang seorang Andi, tokoh yang muncul dari buku gue berjudul "Ketika Di Dalam Penjara" yang membahas tentang perjuangan gue melawan sebuah penjara bernama Kecanduan Pornografi. Cerbung ini akan membahas tentang perjuangan Andi setelah memperoleh wejangan dari gue. Insya Allah, cerbung ini akan gue rilis secara frekuen.

Giveaway Buku Penjara Farhan! (Blog Competition)

Image
Halo, teman-teman!
Ini dengan gue, Farhan. Sebenarnya event ini mau dibuat minggu lalu. Namun, karena harus berperang dengan beberapa urusan, baru bisa dipending sampai sekarang. Di ketikan gue ini, gue ingin sedikit berbagi kebahagiaan karena kebetulan tanggal 20 Agustus yang lalu gue berulang tahun dan salah satu target yg ingin gue capai adalah rilis buku sebelum ultah gue di tahun ini.
Lebih tepatnya, mau traktir lah. Traktirnya tapi dalam bentuk "giveaway". Yang akan gue jadikan barang giveaway kali ini adalah buku pertama gue ini.

Yak. Ini dia buku pertama gue. Buku ini berjudul "Ketika Di Dalam Penjara". Buku ini membahas tentang perjuangan gue dan disertai dengan fakta-fakta yang membahas tentang kecanduan pornografi. 
Nah, tapi untuk bisa dapat buku gue ini tentunya tidak gampang dong. Harus ada proses dan perjuangan. Ada beberapa poin yang harus diterapkan untuk memperoleh buku ini. But, it is really good though.
1. Follow terlebih dahulu akun twitter sa…

Sebuah Ketikan Berharga Tentang Jalan (Cerita Akhir KKN UGM)

Image
"Lu ngapain dah gabung ama kita, udah gue bilang, lu itu cuma bikin suasana keruh doang. Cabut gih sono. Bikin susah aja."

- seorang di lingkungan SMA yang sifatnya belagu dan hidupnya mungkin tidak jelas dan hobinya ngikut doang kalo ngejek-ejek (lowkey dia ga jantan, namanya ada Tino, tapi mungkin nama sebenarnya itu Tina).

"Alah, gue sih ga mau bareng sama orang useless macam dia. Apaan coba. Dumb banget itu anak."

- seorang di lingkungan S1 yang merupakan anak dosen, untungnya harus extend, dan hobinya cuma nge-game doang.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Note sebelum membaca blog : jangan pernah mengharapkan gue lampirkan nama orang di sini, karena gue bukan orang yang suka masukin nama teman di sini. Sorry. But, it's all good and positive in this blog, no hate, and no bad feeling.

Terus terang, dua perkataan ters…

Tentang Cinta dan Buku Kedua (#CurhatGue Ep. 09)

Image
Yogyakarta, 2 Mei 2017 3:34 p.m (GMT +7)

Alhamdulillah. Akhirnya setelah berjuang sekian lama, buku pertama gue akhirnya telah selesai dicetak. Untuk sementara, penjualan buku pertama gue ini memang gue serahkan ke Indie Book Corner terlebih dahulu. Memang, hasil penjualan bukunya tidak sesuai yang diharapkan sih, mungkin masih sedikit yang membeli langsung ke penerbit ataupun via gue. Dan, ada beberapa buku yang gue bagikan juga secara cuma-cuma atau gue ajak barter dengan karya teman-teman. Seperti, contohnya teman saya, seorang musisi hip-hop bernama Senartogok yang membeli buku gue dan membayarnya dengan album terbaru dia yang berjudul "Super Senar" disertai dengan poster bertandatangan dia.


Belum lagi, ada dua orang yang sudah memberikan review tentang buku pertamaku ini.

Review "Ketika Di Dalam Penjara" by Mia Fajarani
Review "Ketika Di Dalam Penjara" by Adhebhisma Chendikia

Dan juga disertai dengan beberapa feedback dari teman-teman lewat WA.

Jujur, …

Menulis Dari Penjara Adiksi (#CurhatGue Ep. 08)

Image
5 Februari 2017, 4:15 p.m (GMT+7)

Dua tahun terakhir ini telah saya habiskan dengan mencoba untuk keluar dari sebuah hal yang benar-benar membuatku terkurung. Sebuah hal yang benar-benar membuatku benar-benar kehilangan arah, dan ujungnya gagal menemukan tujuan hidup yang sesungguhnya. Hal tersebut layak dianalogikan sebagai sebuah penjara, yang benar-benar merusak segala sistem spiritual, benar-benar mengurung segala potensi yang ada, benar-benar membatasi imajinasi yang luas, tentang semua mimpi yang telah dibangun selama 21 tahun kehidupan. Dari keinginan untuk menjelajahi dunia, keinginan untuk membahagiakan manusia, atau keinginan untuk sekedar menjadi orang bermanfaat bagi kehidupan.

Penjara itu bernama Pornografi. Kalimat itu sendiri merupakan salah satu bab yang akan menyertai buku pertama saya berjudul “Ketika Di Dalam Penjara” yang sebenarnya saya tulis dalam keadaan saya masih berjuang untuk 100% keluar dari kecanduan saya terhadap pornografi. Sebagai orang yang sudah meng…

Fokus Menulis mulai Tahun 2017? #CurhatGue Ep. 7

14 Januari 2017, 08:18 a.m (GMT+7)

Pagi hari ini gue awali dengan mencari sumber-sumber untuk tugas gue dan tentu saja beriseng sejenak di dunia maya. Jujur, gue sendiri mulai merasa galau akan karir menulis gue ini. Yang jelas di tahun 2017 ini gue akan merilis buku pertama gue setelah berjuang berbulan-bulan melawan penyakit umum para penulis yaitu writer's block.

Sekedar info, writer's block adalah sebuah kondisi dimana penulis mulai kehilangan semangatnya untuk menulis. Tentu saja menulis secara produktif. Mereka kehilangan ide atau inspirasi tertentu. Itu juga yang sering kali gue rasakan. Apalagi jika harus berhadapan dengan yang namanya konsistensi, yang sudah menjadi kelemahan absolut dalam diri gue.

Seketika gue mulai kepikiran lagi untuk menulis di Kompasiana, mulai berpikir tentang cara nyari duit halal dari Kompasiana yang terkenal banget tidak memberikan sepeser apapun kepada penulisnya. Ibaratnya seperti blogging tanpa Adsense. Padahal jika dilihat kembali, tulis…